DAMPAK PAKAIAN KETAT TERHADAP KESEHATAN
Latar Belakang
Pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/tempat tinggal (rumah).Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi dan menutup dirinya. Namun seiring dengan perkembangan kehidupan manusia, pakaian juga digunakan sebagai simbol status, jabatan, ataupun kedudukan seseorang yang memakainya. Perkembangan dan jenis-jenis pakaian tergantung pada adat-istiadat, kebiasaan, dan budaya yang memiliki ciri khas masing-masing. Pakaian juga meningkatkan keamanan selama kegiatan berbahaya seperti hiking dan memasak, dengan memberikan penghalang antara kulit dan lingkungan. Pakaian juga memberikan penghalang higienis, menjaga toksin dari badan dan membatasi penularan kuman. Salah satu tujuan utama dari pakaian adalah untuk menjaga pemakainya merasa nyaman. Dalam iklim panas busana menyediakan perlindungan dari terbakar sinar matahari atau berbagai dampak lainnya, sedangkan di iklim dingin sifat insulasi termal umumnya lebih penting.
Pakaian melindungi bagian tubuh yang tidak terlihat. Pakaian bertindak sebagai perlindungan dari unsur-unsur yang merusak, termasuk hujan, salju dan angin atau kondisi cuaca lainnya, serta dari matahari. Pakaian juga mengurangi tingkat risiko selama kegiatan, seperti bekerja atau olahraga. Pakaian kadang-kadang dipakai sebagai perlindungan dari bahaya lingkungan tertentu, seperti serangga, bahan kimia berbahaya, senjata, dan kontak dengan zat abrasif. Sebaliknya, pakaian dapat melindungi lingkungan dari pemakai pakaian, seperti memakai masker.
Banyak kalangan remaja yang lebih memilih menggunakan celana ketat dari pada celana yang lebih longgar, hal ini disebabkan karena penggunaannya yang sangat praktis, cocok untuk berbagai macam atasan.
Apa dampak pakaian ketat bagi kesehatan?, bagaimana cara pencegahan atau mengurangi penggunaan pakaian ketat ?. Kiranya dapat mencegah atau mengurangi penggunaan pakain ketat, dan pembaca dapat mengetahui dampak buruk pakaian ketat bagi kesehatan dan cara mencegahnya.
Dampak Pakaian Ketat Bagi Kesehetan Manusia
1. Paresthesia
Celana ketat sepinggul berpeluang menimbulkan penyakit paresthesia. Istilah paresthesia sendiri, menurut Kamus Kedokteran Dorland, berarti perasaan sakit atau abnormal seperti kesemutan, rasa panas seperti terbakar dan sejenisnya.
Gangguan saraf ringan itu terjadi karena mereka suka sekali memakai celana ketat sebatas pinggul, setidaknya dalam enam bulan terakhir.
Paresthesia dikenali gejalanya berupa kesemutan yang lama-kelamaan berubah menjadi mati rasa. Kesemutan terjadi lantaran terganggunya saraf tepi, yakni saraf yang berada di luar jaringan otak di sekujur tubuh. Umumnya karena tertekan, infeksi, maupun gangguan metabolisme.
2. Ancaman Jamur
Pada dasarnya semua jenis pakaian ketat berpotensi menimbulkan tiga macam gangguan kulit baik itu sebatas pinggul maupun di atas pinggul.
Hal itu disebabkan masalah kelembaban yang memungkinkan jamur subur berkembang biak. Belakangan ini, pasien korban jamur yang berobat ke Klinik Kulit dan Kelamin RSCM meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2002, sekitar 35% pasien terbukti kena serangan jamur. Usia mereka berkisar 15 – 45 tahun. Meski tak semuanya berhubungan dengan kebiasaan berbusana, tetapi kecenderungan meningkatnya jamur sebagai sumber penyakit kulit mesti diwaspadai.
Idealnya, di negara tropis seperti Indonesia, pakaian ketat atau terlalu tebal memang harusdihindari. Kulit menjadi kekurangan ruang untuk “bernapas”, sementara cairan yang keluar dari dari tubuh cukup banyak. Akibatnya, permukaan kulit menjadi lembab. Jika tak diimbangi busana yang tepat, jamur akan lebih mudah beranak pinak. Jenis jamur yang banyak ditemui adalah jamur panu (bercak putih, cokelat, atau kemerahan), jamur kurap dengan bintik menonjol gatal, serta jamur kandida yang basah dan gatal.
3. Berbekas Hitam
Sesuai namanya, gejala gatal dan beruntusan yang menjadi trade mark sang dermatitis hanya muncul bila terjadi gesekan antara kulit dengan benda dari luar tubuh. Benda asing yang berpotensi gesek tinggi tidak hanya benda keras, semisal: perhiasan, jam tangan, atau ikat pinggang. Busana sehari-hari, jika terlalu ketat menempel di tubuh, atau terbuat dan bahan berkontur kasar juga dapat memicu luka.
“Celana ketat” terutama berpengaruh pada kondisi kulit di sela-sela paha. Awalnya mungkin cuma radang ringan. Tapi, kalau prosesnya berlangsung lama, bisa menimbulkan bercak hitam di pangkal paha,” kata Kusmarinah Bramono”. Jika si pemilik tubuh insaf dan menjauhkan diri dari busana ketat, warna hitam tadi mungkin saja berkurang atau hilang sama sekali. Namun, Kusmarinah mengingatkan, proses menghilangkan noda hitam itu tak bisa dilakukan secepat membalik telapak tangan.
Jenis penyakit kulit lain yang biasa menghinggapi pemakai celana ketat adalah biduran atau kaligata. Bentuknya bentol-bentol mirip bekas gigitan ulat bulu. Tingkat keparahannya mulai bentol sebesar biji jagung hingga bibir bengkak.
Biduran bisa muncul di bagian tubuh mana pun. Berdasarkan pengamatan Kusmarinah, banyak pasien tidak menyadari, biduran dapat juga disebabkan oleh tekanan serta ketatnya pakaian.
4.Kanker Ganas Melanoma
Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasanya perempuan berpakaian tetapi ketat atau transparan, maka ia berpotensi mengalami berbagai penyakit kanker ganas melanoma di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas melanoma yang masih berusia dini akan semakin bertambah dan menyebar sampai ke kaki.
Penyakit ini disebabkan sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang di sekujur tubuh yang berpakaian ketat atau berpakaian pantai (yang biasa dipakai wanita ketika di pantai dan berjemur di sana). Penyakit ini mengenai seluruh tubuh dengan kadar yang berbeda-beda. Tanda-tanda penyakit ini muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan biasanya di daerah sekitar mata, kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, lalu menetap di hati serta merusaknya.
Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada. Juga bagian perut karena adanya dua ginjal yang menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Penyakit ini juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama. Obat-obatan belum bisa mengobati kanker ganas ini.
5. Kemandulan
Pakaian ketat dapat menyebabkan kemandulan pada wanita. Pada cuaca yang sangat dingin, pakaian ketat tidak berfungsi menjaga suhu tubuh dari serangan hawa dingin. Suhu yang terlalu dingin jelas dapat membahayakan kondisi rahim (Al-Istanbuli, 2006).
Darah terganggu, menyebabkan varises dan gangguan yang di akibatkan jenis pakaian ketat dalam jangka waktu yang lama adalah membuat bentuk tubuh menjadi buruk dan merusak tulang punggung. Pakain ketat dan transparan tenyata sangat berbahaya menurut majalah kedokteran di Inggris, pakaian ketat yang di kenakan dalam waktu panjang dapat menyebabkan Kanker Milanoma. Menurut penelitian ilmiah pakaian ketat yang dikenakan oleh wanita di terik matahari dalam waktu yang panjang, setelah beberapa tahun menyebabkan Kanker ganas milanoma pada usia dini . dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas tersebut.
Kanker Melanoma adalah kanker kulit yang sangat berbahaya, dan kanker ini biasanya di mulai dengan tanda hitam pada kulit, atau tahi lalat. Tahi lalat adalah kumpulan sel pigmen abnormal (melanosit ) yang muncul pada kulit
Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dengan kadar yang berbeda-beda. Gejala dari kanker ini adalah munculnya bulatan berwarna hitam agak lebar dan terkadang berupa bulatan kecil saja, pada daerah kaki atau betis, atau bisa disekitar mata kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh. Penyebaran bulatan ini disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), menyerang darah, dan menetap di hati dan merusaknya.
Dalam beberapa kasus kanker milanoma juga menyerang tulang, bagian dalam dada dan perut. Kanker ini juga menyerang ginjal, Jika ginjal sudah rusak air kencing akan berwarna hitam. Janin juga tidak luput dari serangan kanker milanoma ini.Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, karena belum di temukan obat yang benar benar mampu menyembuhkan kanker ganas ini.
6. Mengganggu mobilitas usus
Penggunaan celana yang terlalu ketat dapat mengganggu mobilitas dari usus. Hal inilah yang membuat seseorang merasa tidak nyaman atau sakit pada perut setelah dua atau tiga jam setelah makan. Namun terkadang masyarakat tidak menyadari bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh penggunaan celana yang ketat.
7. Memicu pembekuan pembulu darah
Penggunaan pakaian ketat juga akan mengganggu gerakan tubuh yang dapat memicu timbulnya pembekuan darah di dalam pembuluh darah, membuat aliran terganggu.
8. Mengganggu kesuburan wanita dan gangguan jamur di sekitar organ
Endometriosis (suatu gangguan yang sering mengakibatkan gangguan kesuburan pada wanita) diduga karena disebabkan kebiasaan seseorang yang selalu memakai pakaian ketat selama bertahun-tahun. Menggunakan pakaian ketat akan memicu sel-sel endometrium (selaput lendir rahim) untuk melarikan diri dari rongga rahim lalu berdiam di indung telur, sehingga kesehatan menjadi terganggu.
Bila hal ini dibiarkan terus menerus, maka akan menimbulkan gangguan jamur di sekitar organ intim wanita. Bila sudah menimbulkan jamur, maka dapat dipastikan seorang wanita akan mengalami berbagai gangguan.
Perlu diketahui bahwa jamur itu sangat suka suasana lembab. ia akan tumbuh subur. Jika menggunakan celana ketat jeans maka daerah lipatanya akan menjadi lembab apalagi jika dipakai seharian itulah salah satu yang menjadi munculnya keputihan
9. Memperburuk kualitas sperma dan menyebabkan kemandulan
Berdasarkan penelitian bahwa penggunaan pakaian ketat menyebabkan penurunan kualitas sperma yaitu jumlah sperma yang biasanya 60 juta per mililiter kini turun drastis hingga ke angka 20 juta per mililiter. Setelah dilakukan penelitian mendalam ternyata masalahnya masih terjadi pada skrotum lapisan yang melindungi penis. Suhu yang tidak normal pada skrotum karena sering ditekan oleh celana jeans ketat bisa berakibat buruk pada kualitas sperma karena tumpukan keringat yang tidak bisa keluar disekitar penis tentu akan menimbulkan jamur yang akan meningkatkan suhu testis dalam produksi sperma.
Kurang lebih sama saja dengan wanita, penggunaan celana ketat bisa menimbulkan ‘kekurangan udara’ terutama kepada organ vital.Umumnya suhu udara yang kondusif untuk organ vital normalnya sampai 36,5 derajat celcius, namun saat memakai celana ketat, suhu udarapun naik menjadi 37 derajat celcius. Kondisi yang panas ini sangat berbahaya buat sperma. Sebuah penelitian membuktikannya dengan mengambil sampel pria yang suka mengenakan celana ketat. Jumlah sperma yang diproduksi biasanya 60 juta permilimiter, dengan menggunakan celana ketat jumlah sperma turun drastis sepertiganya, yakni 20 juta permililiter.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Ternyata masalahnya terletak pada skrotum. Suhu yang tidak normal pada skrotum karena celana jeans ketat bisa berakibat buruk pada kualitas sperma loh sobat kenapa? karena tumpukan keringat yang tidak bisa keluar di sekitar Organ vital. Ini akan menimbulkan jamur yang akan meningkatkan suhu testis dalam produksi sperma, dan bila diteruskan akan menjadi gatal dan akan menjalar ke bagian buah zakar.
Ujung-ujungnya pun akhirnya terletak pada kesuburan kalian, walaupun secara genetik kamu termasuk keturunan yang subur, tetapi dengan kebiasaan penggunaan celana jeans ketat bisa menurunkan kualitas kesuburan!
10. Menyebabkan pingsan
Mungkin terdengar ekstrim tapi hal ini sering dialami oleh beberapa wanita. Meski korset sudah tidak popular lagi, pakaian sejenis itu dapat mengurangi pemakainya mengembangkan paru-parunya dan hal ini akan mengakibatkan nafas terasa berat. Selain itu, akan memperkecil oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Kategori pakaian seperti ini termasuk pakaian dalam pernikahan, bustier, dan spandek
11. Menaikkan asam lambung
Terlalu ketat juga akan menyebabkan naiknya cairan asam lambung karena tekanan yang terlalu besar pada perut. Hal ini dapat meningkatkan tekanan di daerah abdominal yang akan menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan
12. Pakaian Ketat menurut Agama (Islam)
Memakai pakaian yang ketat dan sesak tidak dianjurkan (makruh) baik dari sudut pandang syari’ah maupun dari sudut pandang kesehatan. Ada sebagian jenis baju ketat membuat orang yang mengenakannya sulit melakukan sujud. Jika baju seperti ini menyebabkan si pemakai sukar mengerjakan shalat atau bahkan menyebabkan dia meninggalkan shalat, maka jelas hukum memakai baju seperti ini adalah haram.
Asy-Syaikh al Albaniy berkata bahwa celana ketat itu mendatangkan dua macam musibah: Musibah pertama, bahwa orang yang memakainya menyerupai orang-orang kafir. Sedangkan Kaum Muslim memang memakai celana, akan tetapi model celana yang lebar dan longgar. Model seperti ini masih banyak dipakai di daerah Suriah dan Libanon. Ummat Islam baru mengenal celana ketat setelah mereka dijajah bangsa eropa. Pengaruh buruk itulah yang diwariskan oleh kaum penjajah kepada ummat Islam. Akan tetapi karena kebodohan dan ketololan ummat Islam sendiri, Mereka mengambil tradisi buruk tersebut.
Musibah kedua, celana ketat menyebabkan bentuk aurat terlihat dengan jelas. Memang benar bahwa aurat pria adalah anggota badan antara pusar dan lutut. Namun seorang hamba yang sedang melakukan shalat dituntut untuk berbuat lebih dari ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat (dalam masalah busana ini, lihat Al Qur’an Surah 7:31). Tidak pantas dia melakukan maksiat kepada Allah subhanahu wa ta’ala ketika sedang sujud bersimpuh di hadapan-Nya. Ketika dia mengenakan celana ketat, maka kedua pantatnya akan terbentuk dengan jelas. Bahkan lebih dari itu, bagian tubuh yang membelah keduanya juga terlihat nyata !
Bagaimana seorang hamba melakukan shalat dan menghadap Rabb Semesta Alam dalam keadaan seperti ini ?! Yang lebih aneh lagi adalah mayoritas pemuda Muslim biasanya menentang keras apabila kaum wanita Muslimah memakai baju ketat. Alasan mereka bahwa baju ketat yang dipakai wanita bisa menunjukkan bentuk tubuhnya secara jelas. Akan tetapi pemuda ini lupa akan dirinya sendiri. Dia tidak sadar bahwa dia telah mengerjakan suatu hal yang dia sendiri membencinya.
Jika demikian, tidak ada bedanya antara wanita yang memakai baju ketat sehingga terlihat lekuk tubuhnya dengan pria yang memakai celana ketat (jeans dan semacamnya-pen-) sehingga terlihat bentuk kedua pantatnya. Ketika pantat pria dan wanita dianggap sebagai aurat, maka hal menggunakan baju ketat bagi mereka itu sama saja hukumnya, yakni dilarang. Sebenarnya para pemuda wajib menyadari musibah yang telah melanda mayoritas mereka.
Rasulullah SAW telah melarang kaum pria shalat dengan memakai celana tanpa gamis (kemeja). Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud dan al Hakim. Sanad hadits ini sendiri berkualitas hasan. Lihat Shahiih al Jaami’ al Shaghiir nomor 6830 dan juga diriwayatkan oleh al Thahawiy dalam Syarh Ma’aaniy al Atsaar (I/382).
Adapun jika model celana yang dikenakan ketika shalat tidak ketat dan berukuran longgar, maka sah shalat yang dikerjakan. Yang lebih baik adalah dirangkap dengan gamis yang bisa menutup anggota tubuh antara pusar dan lutut. Akan tetapi lebih baik lagi apabila panjang gamis itu sampai setengah betis atau sampai mata kaki (asalkan tidak sampai menutupi mata kaki –pen). Hal seperti ini adalah cara menutup aurat yang paling sempurna (mungkin pakaian seperti ini di daerah kita agak sukar didapatkan di pasaran, namun cukup banyak sarung yang bisa menggantikan fungsinya –pen-). (Al Fataawaa I/69, tulisan Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdullah bin Baz).
Dengan latar belakang inilah Komite Tetap Pembahasan Masalah ‘Ilmiyyah dan fatwa Saudi Arabia (semacam MUI di Indonesia -pen-) menjawab pertanyaan mengenai hukum Islam tentang shalat memakai celana. Jawaban yang dirumuskan adalah sebagai berikut: “Jika pakaian tersebut tidak menyebabkan aurat terbentuk dengan jelas, karena modelnya longgar dan tidak bersifat transparan sehingga anggota aurat tidak bisa dilihat dari arah belakang, maka boleh dipakai ketika shalat. Namun apabila busana itu terbuat dari bahan yang tipis sehingga memungkinkan aurat yang memakai dilihat dari belakang, maka shalat yang dikerjakan batal hukumnya. Jika sifat busana yang dipakai hanya mempertajam atau memperjelas bentuk aurat saja, maka makruh mengenakan busana tersebut ketika shalat. Terkecuali jika tidak ada busana lain yang dapat dikenakan.
13. Cara Mengurangi Atau Mencegah Seorang Memakai Pakaian Ketat yang Berdampak Buruk Bagi Kesehatan
Setiap manusia tentunya ketika mengetahui akibat dari penggunaan pakaian ketat akan mulai sadar dan mengurangi pemakaian pakaiaan ketat. Selain itu, mengurangi produksi pakaiaan ketat juga bisa menjadi salah satu cara yang tepat.
Pemahaman sejak dini dari orang tua sangat berperan dalam memberikan pendidikan dalam berpakaian sehingga sejak kecil anak dapat memahami dampaknnya bagi kesehatan.
Petugas kesehatan mempunyai perananan yang penting dalam pencegahan penggunaan pakaian ketat ini dengan memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat terutama masyarakat di perkotaan.
14. Kesimpulan
Pakaian merupakan kebutuhan pokok manusia selain makanan dan tempat berteduh/tempat tinggal (rumah). Manusia membutuhkan pakaian untuk melindungi dan menutup dirinya. Namun seiring dengan perkembangan kehidupan manusia, pakaian juga digunakan sebagai simbol status, jabatan, ataupun kedudukan seseorang yang memakainya. Pakaian juga dapat berpengaruh buruk bagi kesehatan pemakainya, sehingga dalam memilih pakaian yang digunakan harus cermat, seperti memilih pakaian yang
tidak terlalu ketat bagi tubuh, agamapun melarang.
15. Saran
Sebagai individu yang berperan dalam kesehatan masyarakat, pemahaman akan masalah-masalah yang sering terjadi sesuai dengan perkembangan zaman sangat penting dalam memecahkan permasalahan kesehatan masyarakat.
Loading
Kamis, 13 Juni 2013
Kamis, 06 Juni 2013
Pengaruh ASI Eksklusif untuk Four dibandingkan Enam Bulan di Ibu Status Gizi Bayi dan Pengembangan Bermotor: Hasil Ujian Dua Acak di Honduras
Effects of Exclusive Breastfeeding for Four versus Six Months on Maternal Nutritional Status and Infant Motor Development: Results of Two Randomized Trials in Honduras
Untuk menguji apakah durasi pemberian ASI eksklusif mempengaruhi gizi ibu atau perkembangan motorik bayi, kami memeriksa data dari dua studi di Honduras: pertama dengan 141 bayi dari ibu primipara berpenghasilan rendah dan yang kedua dengan 119 istilah, bayi berat lahir rendah. Dalam kedua studi, bayi ASI eksklusif selama 4 bulan dan kemudian secara acak untuk melanjutkan pemberian ASI eksklusif (EBF) sampai 6 bulan atau menerima berkualitas tinggi, higienis makanan padat (SF) selain ASI antara 4 dan 6 bulan. Ibu penurunan berat badan antara 4 dan 6 bulan secara signifikan lebih besar pada kelompok ASI eksklusif (EBF) kelompok dibandingkan kelompok (s) diberikan makanan padat (SF) dalam studi 1 (-0.7 ± 1.5 vs -0.1 ± 1,7 kg, P <0,05), tetapi tidak dalam penelitian 2. Perkiraan rata-rata beban gizi tambahan untuk terus menyusui secara eksklusif sampai 6 bulan itu kecil, hanya mewakili 0,1-6,0% dari kecukupan gizi yang dianjurkan untuk energi, vitamin A, kalsium dan zat besi. Perempuan dalam kelompok EBF lebih cenderung amenore pada 6 bulan dibandingkan perempuan dalam kelompok SF, yang melestarikan nutrisi seperti zat besi. Dalam kedua studi, hanya sedikit perempuan (10-11%) yang tipis (indeks massa tubuh <19 kg/m2), sehingga tambahan penurunan berat badan pada kelompok EBF dalam studi 1 adalah tidak mungkin telah merugikan. Bayi dalam kelompok EBF merangkak cepat (kedua studi) dan lebih mungkin untuk berjalan dengan 12 mo (studi 1) dibandingkan bayi dalam kelompok SF. Secara bersama-sama dengan temuan kami sebelumnya, hasil ini menunjukkan bahwa keuntungan pemberian ASI eksklusif selama interval ini tampaknya lebih besar daripada potensi kerugian dalam pengaturan ini.
(Diterjemahkan oleh : Dewiarti Sastra Fitri Kosasi )
Ibu Anemia Defisiensi Besi Mempengaruhi Emosi Postpartum dan Kognisi
Maternal Iron Deficiency Anemia Affects Postpartum Emotions and Cognition
by :
John L. Beard,
Michael K. Hendricks,
Eva M. Perez,
Laura E. Murray-Kolb,
Astrid Berg,
Lynne Vernon-Feagans,
James Irlam,
Washiefa Isaacs,
Alan Sive, and
Mark Tomlinson
(Diterjemahkan oleh : Dewiarti Sastra Fitri Kosasi )
Kerawanan Pangan Ibu Apakah Terkait dengan Peningkatan Risiko Cacat Lahir Tertentu
Maternal Food Insecurity Is Associated with Increased Risk of Certain Birth Defects
(Diterjemahkan oleh : Dewiarti Sastra Fitri Kosasi )
Malformasi rangka janin Terkait dengan Sedang Zinc Defisiensi Selama Kehamilan
Fetal Skeletal Malformations Associated with
Moderate Zinc Deficiency During Pregnancy
by : WAYNE HICKORY, RAVINDRA NANDA AND
FRANK A. CATALANOTTO
Penelitian ini meneliti efek moderat seng de
ficiency pada pengembangan kerangka janin tikus. Delapan belas tikus hamil
diberi makan diet kekurangan seng (1,3 ppm) dari 3 sampai 15 hari kehamilan. sebuah
tambahan 18 tikus pasangan diberi diet yang sama ditambah dengan 100 ppm
seng dan menjabat sebagai kontrol. Tingkat zinc dalam plasma ditentukan
pada hari 15 dan 20 kehamilan dan dalam cairan ketuban pada hari 20. itu
tikus hamil tewas pada hari 20 dan janin dibersihkan dan bernoda
dengan alizarin merah. Berat janin kekurangan zinc secara signifikan kurang
dibandingkan dengan kontrol. The tidak jelas, serta bernoda seng ditambah
janin, tidak menunjukkan anomali. The alizarin janin eksperimental bernoda
menunjukkan anomali parah tulang panjang, vertebra, dan tulang rusuk. Keseluruhan
pengapuran tulang juga jauh lebih kecil dibandingkan dengan seng sup
plemented kontrol. Tingkat zinc secara signifikan lebih kecil dalam plasma (hari
15) dan cairan ketuban (hari 20) dari bendungan eksperimental. Hasil ini juga
menunjukkan bahwa meskipun kekurangan seng moderat tidak menyebabkan eksternal
malformasi kraniofasial, itu sangat mempengaruhi kalsifikasi dan de
Pembangunan tulang tengkorak.
(Diterjemahkan oleh : Dewiarti Sastra Fitri Kosasi )
Pengaruh Diet Karbohidrat Rendah Selama Kehamilan pada Embriogenesis dan Pertumbuhan Janin dan Pembangunan di Tikus
Effect of Low Carbohydrate Diets During Pregnancy
on Embryogenesis and Fetal Growth and
Development in Rats
by : KRISTINE G. KOSKI2 , FREDRIC W. HIL AND
LUCILLE S. HURLEY
Efek pada tikus hamil makan diet khusus kekurangan mobil
bohydrate dipelajari. The diet sumber energi nonprotein adalah lipid, disediakan sebagai
lemak utuh (minyak kedelai) atau campuran asam lemak (asam oleat dimakan) atau kombinasi
ini. Diet ini diberikan 9,5% protein kasein, yang terbukti minimal
memadai baik dalam pakan berbasis lipid dan kontrol karbohidrat tinggi
diet. Diet diberi makan dari kawin sampai d 21 kehamilan, dan anak anjing itu
disampaikan oleh operasi caesar. Kedelai Diet nol karbohidrat berbasis minyak sup
porting embriogenesis dan diproduksi pada jumlah yang normal jangka normal muncul
anjing berat badan lebih rendah dibandingkan anak anjing dari diet kontrol karbohidrat tinggi.
Sebaliknya, yang berbasis asam diet nol karbohidrat oleat gagal mempertahankan kehamilan,
menunjukkan persyaratan untuk lemak karbohidrat atau utuh atau keduanya. Untuk menjaga preg
nancy dengan istilah diperlukan baik 5-10% lemak utuh dan 4% karbohidrat sebagai glukosa atau yang
jumlah yang setara dengan gliserol dari lipid. Dari makan kadar glukosa dalam bergradasi
diet asam lemak berbasis mengandung 5-10% lemak utuh sebagai minyak kedelai, karbohidrat
Persyaratan ditemukan menjadi 6-8% glukosa untuk mempertahankan asupan makanan ibu dan
berat badan dan untuk menghasilkan berat badan janin normal pada jangka panjang, dan 12% glukosa untuk menyediakan
sekitar setengah tingkat glikogen hati janin dalam kontrol yang diberi karbohidrat tinggi
diet. Percobaan ini telah menghasilkan bukti pertama dari kuantitatif memerlukan
ment untuk karbohidrat untuk embriogenesis dan janin pertumbuhan dan pembangunan di
hamil tikus bendungan.
(Diterjemahkan oleh : Dewiarti Sastra Fitri Kosasi )
Mikronutrien dan Pertumbuhan Janin
Micronutrients and Fetal Growth
by : Caroline H.D. Fall,
Chittaranjan S. Yajnik,
Shobha Rao
Anna A. Davies
Nick Brown and Hannah J.W. Farrant*
Gizi janin mempengaruhi sejumlah besar bayi di negara berkembang, dengan merugikan
konsekuensi untuk kelangsungan hidup mereka segera dan kesehatan seumur hidup. Hal ini memanifestasikan retardasi pertumbuhan intrauterin sebagai
(IUGR), didefinisikan sebagai berat lahir, persentil ke-10, yang mungkin meremehkan jumlah gagal untuk mencapai penuh
potensi pertumbuhan. Berat badan lahir adalah ukuran kasar dari proses dinamis pertumbuhan janin dan tidak menangkap efek
kekurangan gizi janin pada komposisi tubuh dan pengembangan jaringan tertentu. Hubungan antara ibu
gizi dan nutrisi janin tidak langsung. Janin dipelihara oleh garis kompleks pasokan yang meliputi diet ibu
dan penyerapan, status endokrin dan metabolisme, adaptasi kardiovaskular dengan kehamilan dan fungsi plasenta.
Mikronutrien yang penting bagi pertumbuhan, dan defisiensi mikronutrien ibu, sering beberapa dalam mengembangkan
negara, mungkin merupakan penyebab penting IUGR. Suplementasi gizi ibu dengan mikronutrien memiliki
beberapa keuntungan tetapi ada sedikit bukti keras meningkatkan pertumbuhan janin. Namun, hal ini telah memadai
diuji. Kebanyakan uji coba hanya digunakan mikronutrien tunggal dan banyak yang tidak meyakinkan karena metodologis
masalah. Beberapa penelitian berbasis pangan (beberapa tidak terkontrol) menunjukkan manfaat dari meningkatkan kualitas diet ibu
dengan makanan mikronutrien padat. Satu percobaan dari suplemen multivitamin (ibu HIV-positif, Tanzania) menunjukkan
peningkatan berat lahir dan kematian janin lebih sedikit. Yah-dilakukan uji coba terkontrol secara acak ukuran sampel yang memadai
dan termasuk ukuran efektivitas diperlukan pada populasi yang berisiko tinggi kekurangan zat gizi mikro dan IUGR
dan harus mencakup intervensi berbasis pangan dan pengukuran yang lebih baik dari pertumbuhan janin, metabolisme ibu, dan
hasil jangka panjang pada keturunannya.
(Diterjemahkan oleh : Dewiarti Sastra Fitri Kosasi )
Langganan:
Postingan (Atom)